Logo

Perpustakaan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah

BerandaInformasiBeritaPendaftaran Anggota OnlinePustakawan
Area Anggota
Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
BerandaInformasiBeritaPendaftaran Anggota OnlinePustakawan
Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Area Anggota
Pencarian berdasarkan :
Pencarian Spesifik
Pencarian terakhir:
Pencarian Spesifik
Image of Intelektualisme Tasawuf
Pinjam Buku Tambahkan ke Rak
Text

Intelektualisme Tasawuf

Yan Tirtobisono - Nama Orang;
  • ISBN : -
  • Penerbit : Adikarya Pratama
  • Tahun Terbit : 2002
  • Edisi : -
  • Bahasa : Indonesia
  • Halaman : -
  • Subjek : -
  • DDC : 2x5.2
Tersedia
Stok tersedia: 3 eksemplar
No. Panggil
2x5.2 Syu i
Kode Eksemplar Tersedia
04323 04390 04391
Bagikan Buku Ini
Tautan berhasil tersalin!
Deskripsi
Ketersediaan
Deskripsi Buku
Ada sementara pihak, menuduh bahkan memvonis tasawuf anti intelektualisme dan pembunuhan perkembangan rasionalisme dalam islam. Lebih dari itu,tasawuf juga dijadikan kambing hitam sebagai penyebab kemunduran dunia islam. Tuduhan tersebut bertolak dari dugaan epistemologis bahwa sesungguhnya tasawuf adalah pengetahuan intuitif(Dzauqiyah)yang dikontraskan dengan pengetahuan rasional secara dikotomis.
Padahal seperti dikemukakan oleh Muhammad Iqbal antara akal dan intuisi besumber dari akar yang sama bahkan keduanya saling mengisi (interaktif). Hanya saja jika akal menangkap kebenaran secara sepotong-potong (Parsial), maka intuisi menangkap kebenaran secara utuh. Atau dari sudut metodologis, mekanisme perolehan kebenaran akal merupakan proses kreatif-metodis-sistemik, sedangkan mekanisme perolehan kebenaran intuitif melalui proses kreatif-nonmetodis-nonsistemik. Karena itu seorang filosof Intuisionisme, Bergson menyatakn bahwa pada diri manusia terdapat intuisi yaang bersifat intelektual dan intuisi yang bersifat supra intelektual. Yang pertama intuisi yang menyertai akal pikiran dan masuk kedalam pikiran manusia melalui indera , sedangkan yang kedua, intuisi yang tumbuh dalam diri(batin) manusia tanpa melaui indera. Jika keduanya melakukan interaksi secara intens, maka akan memberi kemungkinan pada intuisi infra intelektual menjadi meningkat setelah terdominasi oleh intuisi supra intelektual dan selanjutnya akan melahirkan kemauan dan dorongan yang tidak lagi terbatas pada persepsi bendawi yang parsial dan nisbi melainkan akan meningkatakan pada cerapan-cerapan pengetahuan yang bersifat immateri dan mutlak atau menurut Iqbal tidak sepotong-potong.
Ulasan Pengguna
Login untuk menulis ulasan
Informasi Ketersediaan Koleksi
#
My Library (2x5) 2x5.2 Syu i
04323
Tersedia
#
My Library (2x5) 2x5.2 Syu i
04390
Tersedia
#
My Library (2X5) 2x5.2 Syu i
04391
Tersedia

Logo

Perpustakaan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah

Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui literasi kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses.

Visitor Statistics
  • Today 0
  • 1 Minggu Terakhir 0
  • 1 Bulan Terakhir 0
  • Total Pengunjung 0
Layanan
  • Informasi
  • Area Anggota
  • MASUK Pustakawan
  • Buku Tamu
Operating Hours
  • Monday - Thursday 08:00 - 16:00
  • Friday 08:00 - 15:00
  • Saturday - Sunday Closed
© 2026 Perpustakaan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah. All rights reserved.
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?